Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Desember 2015

Wisata Paling Efektif


Peneliti pada Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada Baiquni mengemukakan daerah perlu memanfaatkan cerita anak sebagai media efektif untuk mempromosikan destinasi wisata.
"Melalui cerita anak kisah-kisah yang berhubungan dengan destinasi wisata akan mudah diingat dan disebarluaskan," katanya di Yogyakarta, Selasa.
Ia menilai hingga saat ini promosi wisata masih dilakukan dengan metode konvensional. Penciptaan sebuah kisah atau mitos terkait objek wisata tertentu ke dalam cerita anak yang dulu kerap dilakukan, kini sudah berangsur ditinggalkan.
Padahal unsur mitos, menurut dia, sejak dahulu hingga saat ini masih terbukti menjadi salah satu daya tarik yang efektif bagi wisatawan untuk mengunjungi daerah tertentu.
Menurut dia pemerintah daerah bersama para pengelola objek wisata perlu menginventarisasi kisah atau mitos menarik yang berkaitan dengan destinasi wisata untuk dijadikan cerita anak. "Tentu mitos itu tidak harus sesuatu yang aneh-aneh," kata dia.
Pembuatan cerita anak yang memuat legenda suatu destinasi wisata, kata dia, tidak harus disusun seperti buku sejarah, melainkan perlu dibangun dengan kreativitas yang mampu memunculkan inspirasi bagi anak-anak atau masyarakat luas untuk mengunjungi daerah atau objek wisata tertentu.
"Banyak negara-negara lain seperti di Korea yang memanfaatkan cerita anak sebagai sarana promisi wisata," kata Baiquni.
Sementara itu, antropolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Pande Made Kutanegara mengatakan penciptaan mitos terhadap suatu objek di suatu daerah memang efektif memunculkan keinginan masyarakat untuk mendalaminya. Sehingga ia juga meyakini sebuah mitos juga penting dimunculkan bagi sarana promosi objek wisata.
Ia mencontohkan seperti objek wisata Gua Pindul di Gunung Kidul. Menurut dia pengelola objek wisata tersebut telah berhasil menciptakan mitos yang berkaitan dengan objek wisata susur gua tersebut. "Jadi sesuatu yang belum ada digali menjadi sebuah mitos yang mampu memunculkan daya tarik untuk dikunjungi," kata dia.

Kamis, 17 Desember 2015

Sembalun Lombok Timur


Kearah utara menuju kaki gunung sembalun terlebih dahulu kami memeriksa peralatan sebelum naik, seperti memeriksa minyak motor karena di atas sana tidak ada orang yang berjualan minyak bensin, pada saat kami memanjat, kami sedikit mengalami kesulitan terpaksa kami istirahat sejenak dan berpoto-poto, di tempat kami istirahat sudah ada terasa suhu dingin, karena di tempat istirahat pertama kami ini adalah sudah berada di ketinggian Paha Gunung Sembalun.
Ditengah perjalanan menuju puncak, mengenai peristirahatan kami yang kedua suhu dingin sudah semakin terasa karena tempat peristirahatan kami kedua ini sudah berada di ketinggian Punggung Gunung sembalun, di saat kami menuju puncak nah disinilah tempat yang tersulit di jangkau karena jurang-jurangnya yang tinggi, memang untuk melihat hal yang indah mesti harus menyakitkan terlebih dahulu seperti kata pepatah “Berakit-rakit dahulu berenang-renang ketepian–Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”, tapi kalo saya menyebutnya “Tempat Surga jalan Neraka”.

Setelah kami sampai di puncak sambil menunggu teman kami yang masih mogok di jalur neraka kami sempat untuk mengambil gambar, saat berada di puncak terbayarlah sudah kelelahan kami itu, dengan pemandangan Alam yang begitu indah dan Suhu yang begitu dingin mungkin inilah rasanya di Negeri Eropa, kami sangat terkesan dengan semua ini. Setelah kami puas makan dan bermain-main dipuncak kini saatnya untuk turun ke desa Sembalun Lawang, di Gubuk Desa Sembalun di kelilingi Gunung-gunung yang hijau, Masyarakat Sembalun banyak menanam tanaman Rempah-Rempah, Sayur-Sayuran, Stroberry Dll. Sembalun adalah tempat pertanian terbesar di Pulau Lombok, karena di area sembalun adalah hasil dari sebaran vulkanik letusan Gunung Rinjani ribuan tahun lalu yang subur, cuaca yang mendukung dan katinggian yang tepat merupakan primadona tempat menghasilkan tanaman yang amat sangat subur.
Kami memilih jalan pulang kearah utara, sesampai di sembalun Bumbung kami di guyur hujan, terpaksa kami berhenti sejenak dan bendirikan tenda darurat di pinggir jalan, tak sadar kami hari sudah sore saat kami berteduh didalam tenda disana sudah jam-4 dan alhamdulilah hujan hanya tinggal gerimisnya saja, dan kami melanjutkan perjalanan, sesampai di Bayan kami sudah memasuki waktu jam-6, jadi kami tidak ada sempat untuk berkunjung kemasjid Tua yang ada dibayan. Kami menghabiskan waktu merayakan tahun baru di Senggigi.





Wisata Gunung Jae Lombok


Wisata ini berada di Kec. Sedau, desa Sedau, Dusun Gunung Jae,, kelebihan dari tempat wisata ini adanya bendungan besar yang mengelilingi area perwisataan, bendungan tersebut di manfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai tempat penambangan pasir, di ujung-ujung bendungan juga di kelilingi persawahan, nah karena ada persawahan tempat wisata ini terlihat seperti Rajaampat seperti yang ada di bali, pasilitas pendukung dari tempat ini ialah adanya tempat-tempat duduk yaitu berugak, disini sudah tersedia 3 berugak untuk wisatawan yang berkunjung ke Gunung Jae.
Dari tempat ini, kita juga bisa menikmati pemandangan Keagungan Gunung Rinjani, dimana kita bisa melihatnya dari jarak yang sangat jauh dan terlihat jelas. Tempat ini juga sering di pakai oleh para anak sekolah untuk tempat melaksanakan ekstrakulikuler di sekolah mereka seperti kemping dll.
 
 

Kisah Puntri Mandalika

Pada zaman dahulu di pantai selatan Pulau Lombok terdapat sebuah kerajaan yang bernama Tonjang Beru. Sekeliling di kerajaan ini dibuat ruangan - ruangan yang besar. Ruangan ini digunakan untuk pertemuan raja - raja. Negeri Tonjang Beru ini diperintah oleh raja yang terkenal akan kearifan dan kebijaksanaannya Raja itu bernama raja Tonjang Beru dengan permaisurinya Dewi Seranting.
Baginda mempunyai seorang putri, namanya Putri Mandalika. Ketika sang putri menginjak usia dewasa, amat elok parasnya. Ia sangat anggun dan cantik jelita. Matanya laksana bagaikan bintang di timur. Pipinya laksana pauh dilayang. Rambutnya bagaikan mayang terurai. Di samping anggun dan cantik ia terkenal ramah dan sopan. Tutur bahasanya lembut. Itulah yang membuat sang putri menjadi kebanggaan para rakyatnya.

Semua rakyat sangat bangga mempunyai raja yang arif dan bijaksana yang ingin membantu rakyatnya yang kesusahan. Berkat segala bantuan dari raja rakyat negeri Tonjang Beru menjadi hidup makmur, aman dan sentosa. Kecantikan dan keanggunan Putri Mandalika sangat tersohor dari ujung timur sampai ujung barat pulau Lombok. Kecantikan dan keanggunan sang putri terdengar oleh para pangeran - pangeran yang membagi habis bumi Sasak (Lombok). Masing - masing dari kerajaan Johor, Lipur, Pane, Kuripan, Daha, dan kerajaan Beru. Para pangerannya pada jatuh cintar. Mereka mabuk kepayang melihat kecantikan dan keanggunan sang putri.

Mereka saling mengadu peruntungan, siapa bisa mempersunting Putri Mandalika. Apa daya dengan sepenuh perasaan halusnya, Putri Mandalika menampik. Para pangeran jadi gigit jari. Dua pangeran amat murka menerima kenyataan itu. Mereka adalah Pangeran Datu Teruna dan Pangeran Maliawang. Masing - masing dari kerajaan Johor dan kerajaan Lipur. Datu Teruna mengutus Arya Bawal dan Arya Tebuik untuk melamar, dengan ancaman hancurnya kerajaan Tonjang Beru bila lamaran itu ditolaknya. Pangeran Maliawang mengirim Arya Bumbang dan Arya Tuna dengan hajat dan ancaman yang serupa.

Putri Mandalika tidak bergeming. Serta merta Datu Teruna melepaskan senggeger Utusaning Allah, sedang Maliawang meniup Senggeger Jaring Sutra. Keampuhan kedua senggeger ini tak kepalang tanggung dimata Putri Mandalika, wajah kedua pangeran itu muncul berbarengan. Tak bisa makan, tak bisa tidur, sang putri akhirnya kurus kering. Seisi negeri Tonjang Beru disaput duka.
Kenapa sang putri menolak lamaran ? Karena, selain rasa cintanya mesti bicara, ia juga merasa memikul tanggung jawab yang tidak kecil. Akan timbul bencana manakala sang putri menjatuhkan pilihannya pada salah seorang pangeran. Dalam semadi, sang putri mendapat wangsit agar mengundang semua pangeran dalam pertemuan pada tanggal 20 bulan 10 ( bulan Sasak ) menjelang pagi - pagi buta sebelum adzan subuh berkumandang. Mereka harus disertai oleh seluruh rakyat masing - masing. Semua para undangan diminta datang dan berkumpul di pantai Kuta. Tanpa diduga - duga enam orang para pangeran datang, dan rakyat banyak yang datang, ribuan jumlahnya. Pantai yang didatangi ini bagaikan dikerumuni semut.

Ada yang datang dua hari sebelum hari yang ditentukan oleh sang putri. Anak - anak sampai kakek - kakek pun datang memenuhi undangan sang putri ditempat itu. Rupanya mereka ingin menyaksikan bagaimana sang putri akan menentukan pilihannya. Pengunjung berduyun - duyun datang dari seluruh penjuru pulau Lombok. Merekapun berkumpul dengan hati sabar menanti kehadiran sang putri.

Betul seperti janjinya. Sang putri muncul sebelum adzan berkumandang. Persis ketika langit memerah di ufuk timur, sang putri yang cantik dan anggun ini hadir dengan diusung menggunakan usungan yang berlapiskan emas. Prajurit kerajaan berjalan di kiri, di kanan, dan di belakang sang putri. Sungguh pengawalan yang ketat. Semua undangan yang menunggu berhari - hari hanya bisa melongo kecantikan dan keanggunan sang putri. Sang putri datang dengan gaun yang sangat indah. Bahannya dari kain sutera yang sangat halus.

Tidak lama kemudian, sang putri melangkah, lalu berhenti di onggokan batu, membelakangi laut lepas. Disitu Putri Mandalika berdiri kemudian ia menoleh kepada seluruh undangannya. Sang putri berbicara singkat, tetapi isinya padat, mengumumkan keputusannya dengan suara lantang dengan berseru : ??Wahai ayahanda dan ibunda serta semua pangeran dan rakyat negeri Tonjang Beru yang aku cintai. Hari ini aku telah menetapkan bahwa diriku untuk kamu semua. Aku tidak dapat memilih satu diantara pangeran. Karena ini takdir yang menghendaki agar aku menjadi Nyale yang dapat kalian nikmati bersama pada bulan dan tanggal saat munculnya Nyale di permukaan laut.??

Bersamaan dan berakhirnya kata - kata tersebut para pangeran pada bingung rakyat pun ikut bingung dan bertanya - tanya memikirkan kata - kata itu. Tanpa diduga - duga sang putri mencampakkan sesuatu di atas batu dan menceburkan diri ke dalam laut yang langsung di telan gelombang disertai dengan angin kencang, kilat dan petir yang menggelegar.

Tidak ada tanda - tanda sang putri ada di tempat itu. Pada saat mereka pada kebingungan muncullah binatang kecil yang jumlahnya sangat banyak yang kini disebut sebagai Nyale. Binatang itu berbentuk cacing laut. Dugaan mereka binatang itulah jelmaan dari sang putri. Lalu beramai - ramai mereka berlomba mengambil binatang itu sebanyak - banyaknya untuk dinikmati sebagai rasa cinta kasih dan pula sebagai santapan atau keperluan lainnya.
 
 
Itulah kisah Bau Nyale. Penangkapan Nyale menjadi tradisi turun - temurun di pulau Lombok. Pada saat acara Bau Nyale yang dilangsungkan pada masa sekarang ini, mereka sejak sore hari mereka yang akan menangkap Nyale berkumpul di pantai mengisi acara dengan peresean, membuat kemah dan mengisi acara malam dengan berbagai kesenian tradisional seperti Betandak (berbalas pantun), Bejambik (pemberian cendera mata kepada kekasih), serta Belancaran (pesiar dengan perahu). Dan tak ketinggalan pula, digelar drama kolosal Putri Mandalika di pantai Seger.
************
etiap tanggal duapuluh bulan kesepuluh dalam penanggalan Sasak atau lima hari setelah bulan purnama, menjelang fajar di pantai Seger Kabupaten Lombok Tengah selalu berlangsung acara menarik yang dikunjungi banyak orang termasuk wisatawan. Acara yang menarik itu bernama Bau Nyale. Bau dari bahasa Sasak artinya menangkap. Sedangkan Nyale, sejenis cacing laut yang hidup di lubang - lubang batu karang di bawah permukaan laut.

Penduduk setempat mempercayai Nyale memiliki tuah yang dapat mendatangkan kesejahteraan bagi yang menghargainya dan mudarat bagi orang yang meremehkannya.??Itulah yang berkembang selama ini,?? ujar Lalu Wirekarme yang pernah menjabat sebagai Kepala Sub Dinas Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah.

Tradisi menangkap Nyale (bahasa sasak Bau Nyale) dipercaya timbul akibat pengaruh keadaan alam dan pola kehidupan masyarakat tani yang mempunyai kepercayaan yang mendasar akan kebesaran Tuhan, menciptakan alam dengan segala isinya termasuk binatang sejenis Anelida yang disebut Nyale. Kemunculannya di pantai Lombok Selatan yang ditandai dengan keajaiban alam sebagai rahmat Tuhan atas makhluk ini.

Beberapa waktu sebelum Nyale keluar hujan turun deras dimalam hari diselingi kilat dan petir yang menggelegar disertai dengan tiupan angin yang sangat kencang. Diperkirakan pada hari keempat setelah purnama, malam menjelang Nyale hendak keluar, hujan menjadi reda, berganti dengan hujan rintik - rintik, suasana menjadi demikian tenang, pada dini hari Nyale mulai menampakkan diri bergulung - gulung bersama ombak yang gemuruh memecah pantai, dan secepat itu pula Nyale berangsur - angsur lenyap dari permukaan laut bersamaan dengan fajar menyingsing di ufuk timur.

Dalam kegiatan ini terlihat yang paling menonjol adalah fungsi solidaritas dan kebersamaan dalam kelompok masyarakat yang dapat terus dipertahankan karena ikut mendukung kelangsungan budaya tradisional.

Keajaiban Nyale bagi suku Sasak Lombok telah menimbulkan dongeng tentang kejadian yang tersebar hampir keseluruh lapisan masyarakat Lombok dan sekitarnya. Dongeng ini sangat menarik dengan cerita yang sangat romantis dan berkembang melalui penuturan orang - orang tua yang kemudian tersusun dalam naskah tentang legenda Nyale.
 

Rabu, 16 September 2015

Taman Loang Baloq

Bagi warga Lombok mendengar kata "Loang Baloq" pasti langsung kepikiran sebuah makam/kuburan. Yuph Makam Loang Baloq memang sudah terkenal, karena merupakan makam para penyebar agama Islam di Pulau Lombok jaman dulu kala.

Akan tetapi yang satu ini adalah nama tempat rekreasi, yaitu Taman Loang Baloq, yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan sebelah barat, di pinggir pantai daerah Tanjung Karang. Lokasinya lumayan dekat dari pusat kota Mataram.

Tiap sore lokasi ini selalu ramai oleh pasangan pasangan muda yang sedang dimabuk asmara. Memadu kasih di berugak berugak yang disediakan. Oh indahnya dunia.

Secara pribadi saya sangat menyukai konsep taman loang baloq ini. Ada kolam yang besar, dilengkapi beberapa berugak di berbagai sudut, ada permainan anak anak (seperti di TK), ada Mushola nya juga. DAn yang paling penting lokasinya di pinggir pantai. Bisa sekalian menikmati indahnya sunset.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More